Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan

Mengungkapkan Maksud

Expression du but
Expression du but > 

Terdapat dua cara untuk mengungkapkan maksud atau tujuan (l'expression du but) dalam bahasa Prancis, yakni:




Untuk pencarian materi gramatikal berikutnya, masukkan kata kunci pada kolom berikut:

Struktur Kalimat Tanya

Dalam bahasa Prancis, terdapat tiga cara untuk mengajukan sebuah pertanyaan (phrase interrogative). Ketiga struktur kalimat ini dibedakan berdasarkan pada konteks penggunaannya, yakni pada situasi resmi, penekanan, dan tidak resmi.

  1. Struktur yang dibalik (inversion
    Ini merupakan bentuk kalimat tanya yang digunakan dalam konteks yang resmi. Lebih sering penggunaanya pada bentuk tertulis, misalnya dalam pertanyaan-pertanyaan sebuah angket. Pada bentuk ini, yang perlu dilakukan ialah dengan membalik posisi subjek (S) dan predikat/kata kerja (V), sbb:

    S-V menjadi V-S

    Contoh: Savez-vous nager ?
    Où habitez-vous ?
    Eva peut-elle venir ce soir ?
    Quelle langue parle-t-il
    Léo ? Ketika kata kerja yang digunakan berakhiran huruf vokal, kita harus menambahkan huruf t (euphonie) yang bertujuan untuk memudahkan pelafalannya.
    Khusus kata kerja pouvoir pada kalimat Je peux... mengalami perubahan menjadi Puis-je...: Puis-je vous aider ? 

  2. Penekanan (est-ce que)
    Pada bentuk ini, kita hanya menambahkan kata est-ce que pada struktur kalimat standar (S-V) sebagai penekanan bahwa ini adalah kalimat tanya. Maka, intonasi tidak begitu penting ketika mengajukan sebuah pertanyaan dengan bentuk kedua ini.

    Contoh: Est-ce que vous savez nager ?
    Où est-ce que vous habitez ?
    Est-ce qu'Eva peut venir ce soir ?
    Quelles langues est-ce que Léo parle ?
    Est-ce que je peux vous aider ?
       
  3. Intonasi (langage familier)
    Ini adalah bentuk kalimat tanya yang paling lumrah digunakan, terutama dalam komunikasi lisan dalam konteks yang tidak resmi. Intonasi yang naik pada akhir kalimat menjadi sangat penting untuk menandakan bahwa kita sedang mengajukan sebuah pertanyaan.

    Contoh: Vous savez nager ?
    Où vous habitez ? = Vous habitez où ?
    Eva peut venir ce soir ?
    Quelles langues Léo parle ? = Léo parle quelles langues ?
    Je peux vous aider ?

Untuk pencarian materi gramatika berikutnya, masukkan kata kunci pada kolom berikut:

Kalimat Sederhana atau Tunggal

Kalimat adalah sebuah kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna tertentu. Pada bentuk tertulis, suatu kalimat harus diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca, tergantung pada maksudnya; titik (.), tanda tanya (?), tanda seru (!), maupun titik-titik (...).

Dalam bahasa Prancis, kalimat sederhana (phrase simple) ditandai dengan ciri terdapatnya hanya satu kata kerja atau predikat yang dikonjugasikan -satu klausa. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kalimat seperti ini disebut dengan istilah kalimat tunggal.

Berikut ini adalah tiga pola dasar untuk dapat menyusun sebuah bentuk kalimat sederhana:
  • SUJET + VERBE
Perhatikan kalimat di bawah ini:
- Je parle.
- Les chanteurs chantaient.
- Nous avons compris.  

Dalam hal ini, je, les chanteurs, dan nous merupakan subjek (sujet).

Adapun pada bentuk kalimat perintah (impératif), subjet tidak perlu disebutkan.
- Allez!
- Ne pas oublier.

  • SUJET + VERBE + ATTRIBUT
Perhatikan contoh kalimat di bawah ini:
- Marie est belle.
- Mon fils deviendra policier.

Attribut merupakan kata pelengkap yang menerangkan subjek dalam sebuah kalimat dengan kata kerja être atau kata kerja tertentu lainnya. Attribut bisa berupa kata sifat (adjectif) atau kata benda (nom).

  • SUJET + VERBE + COMPLÉMENT D'OBJET
Perhatikan contoh:
- Tu regardes la télévision?
- Je téléphonerai à mon frère.

Complément d'objet atau objek ialah sebuah kata atau kelompok kata yang melengkapi makna dari kata kerja dalam kalimat.

Dalam bahasa Prancis, dikenal dua jenis objek: Complément d'objet direct (COD) dan Complément d'objet indirect (COI).


Semua kalimat pada setiap pola di atas dapat ditambahkan dengan satu (atau lebih) kata keterangan (Compléments circonstanciels) yang menerangkan tempat, waktu, penyebab, dsb. Misal:
- Les chanteurs chantaient sur la scène.
- Demain,  je téléphonerai à mon frère.
- Aujourd'hui, il est absent à cause de la grève. 

Catatan:
Sebuah kalimat bisa pula hanya terdiri dari satu kata benda atau hanya berupa serangkaian kata benda. Perhatikan contoh:
- Attention!
- Ouverture automatique des portes.




Untuk pencarian materi gramatika berikutnya, masukkan kata kunci pada kolom berikut:

Daftar Istilah

Daftar ini akan selalu diperbarui setiap saat.
  • adjectiva; adjectif (bentuk tidak baku: adjektif, ajektiva, ajektif): kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat.
  • adverbia; adverbe: kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat, misalnya sangat, lebih, tidak.
  • gramatika; grammaire: tata bahasa.
  • infinitif; infinitif: bentuk verba yang sama sekali tidak mengandung fleksi; Dalam bahasa Prancis, kata kerja yang tidak dikonjugasikan. 
  • jukstaposisi; juxtapositionpenempatan dua objek secara berdampingan.
  • klausa; proposition: satuan gramatikal yang mengandung predikat dan berpotensi menjadi kalimat.
  • konjugasi; conjugaison: sistem perubahan bentuk verba yang berhubungan dengan jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu (terdapat pada bahasa fleksi); tasrif.
  • konjungsi; conjonctionkata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
  • nomina; nom: kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, misalnya rumah adalah nomina karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa.
  • objek; objet: nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa, misalnya un film dalam kalimat: Arthur regarde un film.
  • predikat; verbe: bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek; sebutan (dalam kalimat).
  • preposisi; préposition: kata yang biasa terdapat di depan nomina, misalnya dari (de), dengan (avec), di (à, en), dan ke (à, en, vers). 
  • pronomina; pronom: kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda; kata ganti seperti aku (je), engkau (tu, vous), dia (il, elle).
  • subjek; sujet: bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat.
  • verba; verbekata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan; kata kerja.
Sumber: KBBI Daring
(Dengan modifikasi)

Untuk pencarian materi gramatikal berikutnya, masukkan kata kunci pada kolom berikut: